Bila engkau masih memiliki orangtua, itu mendeskripsikan nikmat yg amat agung. Namun bila telah tidak mempunyai orangtua lagi, jangan berkecil hati.Karna berbakti pada orangtua itu masih bisa dilaksanakan, artinya kerap berziarah ke makam & juga mendoakan, dan menghajikan bila belum menunaikan haji. Berbuat baik & jua silaturahmi pada saudara & juga sanak kerabat kedua orangtua. Seperti-itu amal ibadah yang agung. Ketahuilah, barangsiapa yang masih mempunyai kedua orangtua, tetapi masih sulit hidupnya sampai perhatikan & jua renungkanlah barangkali masih terdapat yg belum sempurna berbakti kepada kedua orang tua. Barangsiapa yg hadapi kesusahan ekonomi, perhatikan & juga renungkanlah barangkali kurang mencermati kebutuhan tiap hari yang dibutuhkan kedua orang tua. Barangsiapa yg masih kesusahan urusan prestasinya, renungkanlah barangkali masih kerap membikin ke 2 orangtua galau & jua berkecil hati karna ulah dan jua tingkah kita. Orangtua itu kadangkala nir ingi...
Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia di Solo, Selasa (5/5/2020). Didi Kempot diketahui meninggal dunia pada pukul 7.30 pagi. Hal ini disampaikan Lili, saudara dekat Didi Kempot dalam wawancara di Kompas TV. "Tadi malam rumah sakit kasih ibu di Solo," kat Lili dalam wawancara di KompasTV seperti dikutip Kompas.com, Selasa. Lili mengatakan, Didi Kempot saat ini masih di ruang jenazah. Kepergian Didi Kempot sangat mengejutkan. Menurut Lili. DIdi Kempot masih beraktivitas seperti biasa sebelumnya. Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot, merupakan penyanyi campur sari asal Solo, Jawa Tengah. Ia sebelumnya kerap dijuluki para penggemarnya dengan nama Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi, dan yang terbaru disebut-sebut sebagai Godfather of Brokenheart. Didi Kempot adalah anak dari pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gude atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto. Ia juga adik dari salah satu pelawak senior S...
Usia senja seharusnya digunakan untuk beristirahat menikmati hidup bersama keluarga besar. Namun, sebagian orang tidak bisa merasakan hal itu karena harus tetap mencari nafkah demi kelangsungan hidup. Seperti kakek ta yang berusia 80 tahun ini. Meskipun usianya sudah sangat tua, tapi ia harus tetap berjualan untuk memenuhi kebutuha sehari-haru. Kisah kakek ini dibagikan oleh seorang netizen di Facebook bernama Vicky Virgianty. Dalam postingannya, ia mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan si kakek tengah berjualan serabi hingga malam hari. Berikut kisah lengkap yang digambarkan melalui keterangan yang dituliskan oleh Vicky, seperti dilansir Tribunnews.com. “Guys….. Bagi yang lewat jalan wanaherang gunung putri, tolong mampir ya. Kakek 80th ini jualan serabi harganya 2000 an, sedih banget waktu itu kebetulan aku lewat abis hujan dia lagi duduk nunggu pembeli gak ada yg dateng… Akhirnya aku berenti beli Serabi jadulnya ternyata enak banget …dijamin ketagihan. Bangga banget liat...
Komentar
Posting Komentar